SUMEDANG — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448 Tahun 2026. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Upacara PPS Kabupaten Sumedang pada Senin (20/04/2026), dengan nuansa kearifan lokal yang kental melalui penggunaan pakaian adat Sunda oleh para peserta, termasuk Bupati.
Peringatan tahun ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak Hari Jadi Sumedang yang diperingati setiap 22 April. Seusai upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai agenda, di antaranya penyerahan penghargaan, peresmian proyek-proyek Tahun Anggaran 2025, serta pemusnahan barang bukti berupa rokok tanpa cukai dan minuman keras.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pembagian beras bagi abang becak dan pengemudi ojek online, layanan servis gratis kendaraan roda dua bagi ojek online, serta pemberian santunan kepada indung asuh dalam program “Nyaah ka Indung”.
Dalam amanatnya, Bupati Dony menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas usia Kabupaten Sumedang yang telah mencapai 448 tahun. Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan evaluasi bersama untuk menentukan arah pembangunan ke depan.
“Hari ini kita mengajak seluruh masyarakat Sumedang untuk bersyukur kepada Allah SWT atas perjalanan panjang daerah ini. Momentum ini harus dimaknai sebagai wahana refleksi, evaluasi, serta penentuan perspektif ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat rasa cinta dan kebanggaan terhadap Sumedang. Kepada aparatur sipil negara (ASN), Bupati menekankan pentingnya peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjalankan pembangunan daerah.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan tumbuh apabila ASN mampu menjadi teladan. Dengan tumbuhnya kepercayaan tersebut, masyarakat akan terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kebersamaan, rasa memiliki, dan empati menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, baik dalam menghadapi musibah maupun saat meraih prestasi.
“Ketika Sumedang menghadapi persoalan, mari kita hadir sebagai bagian dari solusi, bukan saling memanfaatkan. Sebaliknya, ketika ada keberhasilan, mari kita syukuri bersama sebagai kebanggaan daerah,” tambahnya.
Bupati juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, dan masukan yang konstruktif demi kemajuan daerah. Ia memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah akan terus melakukan introspeksi guna memperbaiki berbagai kekurangan.
Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Sumedang.***










